Wednesday, January 8, 2020

SEKS TERBARU DENGAN ORANG JEPANG YANG NAKAL

CERITA PANAS DENGAN ORANG JEPANG YANG NAKAL

 

CERITA SEX JEPANG

Namaku Yuliani masih gadis , Usiaku 23 Tahun tinggi badanku 165 CM dengan berat badan 51 Kg Ukuran payudaraku 34C dan profesiku adalah sebagai reposter disalah satu stasiun TV swasta, Banyak orang yang bilang Yuliani Cantik.

Kulitnya putih sehingga masuk dalam dunia entertaiment mudah Sebagai seorang reporter yang pastinya sering muncul menyapa pemirsa dilayar kaca, Tentunya membuat yuliani meraih popularitas sehingga banyak orang mengenalinya.

 

Banyak hal yang dirasa menyenangkan bagi Yuliani karena popularitas yang didapatnya diantaranya pada waktu keluar berjalan jalan baynak orang yang mengenalnya dan tersenyum kepadanya serta menyapanya bahkan hingga meminta tanda tangannya.

 

Namun jika ada hal hal yang positif tentu saja ada pula yang negatif diantaranya banyak lelaki yang suka bersiul ketika lewat, Seringkali hampir dicolek oleh tangan jahil lelaki iseng dan mupeng. hingga yang baru saja terjadi ada yang nekad mencari kesempatan untuk mengintip yuliani kala sedang berganti pakaian didalam kamar pas di sebuah departement Store didalam sebuah pusat perbelanjaan  Sialnya pelakunya tidak berhasil tertangkap tangan.

 

Sebagai seorang reporter tentunya yuliani sering meliput berita disana sini. Lumayanlah itung itung sekalian jalan jalan sembari shopping, begitu pikirnya, Terhitung hampir semua daerah dari Sabang sampai merauke sudah pernah disinggahnya kala melakuikan rutinitasnya sebagai seorang reporter televisi.

 

Walaupun begitu ia jarang mendapatkan kesempatan untuk melakukan liputan ke luar negeri hingga suatu saat, Ketika atasannya memberikan kesempatan kepadanya untuk meliputi berita di jepang, Yuliani girang sekali dan langsung memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut.

Walaupun tau bahwa harga harga di jepang sangat mahal , Ia juga telah menyiapkan anggarn untuk belanja Dijepang nanti, Yuliani ditugaskan untuk meliputi sebuah festival adat dijepang beserta segala keunikannya.

 

Hari yang dinantikan tibalah juga , Yuliani berangkat ditemani oleh Rani, Seorang Camera person dari XXV TV ke jepang, Rani berusia dua tahun lebih muda dari Yuliani, tinggi badan sepantaran dengan Yuliani namun sedikit lebih kurus dengan payudaranya yang lebih kecil 34A gayanya modis dan rambutnya seringkali bergonta ganti warna, Kali ini ia mengecatkan rambutnya dengan warna cikelat kemerahan menambah cantik penampilannya yang juga berkulit putih.

 

Mereka menggunakan jasa salah satu maskapai penerbangan dalam negeri karena memang maskapai dalam negeri tidak dicekal di jepang seperti halnya yang dilakukan oleh negara negara Uni-Eropa

Setelah menempu perjalanan selama beberapa jam tibalah Yuliani dan rekannya di bandara Internasional Narita.

“Lo kenapa Ran?”, tanya Yuliani pada kawannya. “Kok kelihatannya lesu gitu?”

“Ya ialah, lama banget tuh perjalanan tadi, lo sih enak, molor terus!”

 

Ucapan temannya tersebut hanya ditanggapi dengan tawa oleh yuliani, Karena memang selama perjalanan menuju jepang, ia lebih banyak tidur, bukan karena fasilitas pesawat yang nyaman, namun lebih dikarenakan balas dendam, Balas dendam? Loh? Memang seminggu terakhir sebelum berangkat ke jepang, Ia terus melakukan liputan berpindah pindah kota untuk sebuah progam wisata belanja , Hal itu dilakukannya untuk mengejar deadline dari Pimpinan redaksi.

 

Selama dijepang rencananya Yuliani dan Rani akan tinggal dirumah Wiwik, Kawan akrab Yuliani kala masih duduk dibangku SMU, Wiwik sekarang bekerja sebagai seorang Designer dan Tinggal dekat kawasan Shibuya, Hal ini juga merupakan sesuatu kebetulan bagi Yuliani karena memang terkenal dengan Wisata belanja kegemaran utama Yuliani.

 

Setibanya kediaman wiwik, Yuliani dan Rani langsung memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu sesuai perjalanan panjang dari Indonesia, Malam harinyaYuliani mengajak Wiwik untuk mengantarnya berbelanja Ke esokan harinya.

"Wik, besok selesai liputan, Lo anterin Gue Shopping yuk, Gue kan disini cuman dua hari".

“Aduuuh, sorry tan, gue besok ada meeting sama klien, enggak bisa ditinggalin. Plus sorenya gue ketemuan sama cowok gue. Emm, lo ditemenin sama si Rani aja ya? Ntar gue kasih tahu tempat-tempat yang barangnya bagus dan murah.” 

 

“Yah, si Rani kan sama aja kaya gue, awam sama daerah sini, lo gimana sih?”

“Iya, iya, soriii banget tapi gue betul-betul nggak bisa, lagian transportnya gampang kok, naik KRL sekali juga nyampe.”

“Mmm….. ya sudah deh engga apa-apa kalau begitu.” Jawab yuliani dengan muka masam. “Eh, omong-omong cowok lo cakep ga?”

“Yaa, itu khan relatif, tapi umurnya udah jauh lebih tua, ada terpaut limabelas tahunan sama gue, lumayan tajir lagi.”

 

“Gila lo, sekarang kok seleranya berubah, seneng sama om-om, hahahaha.” Merekapun bercanda hingga merasa mengantuk dan beristirahat kemudian.

CERITA SEX JEPANG

Keesokan harinya, Yuliani dan Rani menyelesaikan liputan berita untuk XX tv dengan lancar, merekapun kembali terlebih dahulu ke tempat Wiwik untuk meletakkan kamera dan berganti pakaian. Yuliani dan Rani sepakat kompakan memakai rok span berwarna senada, hitam, sehingga tampak kontras dengan paha keduanya yang putih mulus.

Rani memadukan roknya dengan blouse putih, sedangkan Yuliani memilih mengenakan kemeja berwarna krem, mereka berdua mengenakan mantel bulu karena udara yang lebih dingin dibanding di tanah air.

Berdua, mereka berangkat naik taksi ke stasiun dan kemudian membeli tiket kereta rel listrik, tak lama menunggu, keretapun datang dan mereka segera naik.

Sementara itu, di tempat kerjanya, Wiwik tampak teringat sesuatu dan mengangkat ponselnya, hendak menelepon Yuliani, namun, “astaga, dia belum ganti nomor lokal, enggak bisa dihubungi deh.” Kata Wiwik dalam hati dengan wajah yang tampak kebingungan karena hendak memberitahukan sesuatu pada Yuliani namun tidak bisa dilakukan.

 

Di dalam kereta, Yuliani dan Rani ternyata tidak dapat menemukan tempat duduk yang kosong, sehingga keduany apun memutuskan untuk berdiri sambil berpegang pada pegangan yang sengaja dibuat untuk penumpang yang tidak kebagian tempat duduk.

Lima menit berlalu, sambil berdiri, Rani dan Yuliani baru menyadari bahwa hampir seluruh penumpang di gerbong tersebut adalah laki-laki, hanya ada dua wanita tua yang sedang terlelap duduk di ujung gerbong. Perhentian berikutnya, beberapa penumpang turun, Yuliani dan Rani mencoba mengambil kesempatan untuk duduk, namun keduluan oleh beberapa penumpang lain yang sedari tadi juga berdiri.

 

Segerombolan penumpang baru juga masuk, dan seluruhnya pria. Sp      ace untuk berdiri pun kian sempit, sehingga Yuliani dan Rani hampir dikelilingi oleh gerombolan pria yang bau naik tadi.

“Yah, sial, berdiri lagi deh.” Ujar Yuliani yang diamini oleh Rani. 

 

“Liat deh, penumpangnya laki semua tapi nggak ada yang gentleman, ngasih tempat duduk kek buat makhluk-makhluk cantik, ha2.” Canda Rani yang disambut tawa renyah Yuliani.

 

Sesaat setelah itu, terdengar suara seseorang dibelakang mereka, dari nada bicaranya nampaknya bertanya sesuatu kepada mereka. Merekapun menoleh mencari si sumber suara. Tampak dihadapan mereka seorang bapak berwajah ramah, jika ditaksir, kira-kira umurnya empatpuluhan. Ternyata orang tersebut yang memanggil tadi.

 

“Ima nanji desu ka?

Yuliani dan Rani sama-sama bengong karena sama sekali tidak mengerti apa yang baru saja diucapkan pria tersebut.Seolah mengerti bahwa yang diajak bicara tidak mengerti bahasanya, bapak tersebut mengulangi pertanyaannya.

“Ano, What is da time?” Ujarnya dengan bahasa Inggris sekenanya sambil menunjuk pergelangan tangannya sendiri.

Yuliani dan Rani baru mengerti apa yang ditanyakan tadi ketika si bapak berwajah ramah mengulangi pertanyaannya dalam bahasa Inggris, walaupun tata bahasanya salah (yang benar what time is it?).

 

Untungnya Yuliani sudah mencocokkan jam tangannya dengan waktu setempat. Ia pun memperlihatkan jam tangannya kehadapan bapak itu agar dapat melihat sendiri pukul berapa sekarang. Bapak itupun manggut-manggut setelah melihat jam.

“Domo arigato gozaimasu” Ucapnya sambil tersenyum. Kalau yang ini Yuliani mengerti bahwa artinya terima kasih, ia pun membalas senyuman bapak itu, sementara Rani hanya memperhatikan dari tadi.

 

Sebelum sempat membalikkan badan, Yuliani merasakan ada tangan yang menyenggol paha bagian belakangnya. Ia pun berbisik kepada Rani, “Ran, tadi kayak ada yang nyolek gue deh.”

 

“Masa? Kok sama, tadi juga kayak ada yang nyenggol pantat gue.” bisikRani.

“Ya udahlah, mungkin kebetulan saja, kereta ini kan bergerak terus jadi mungkin ada yang badannya jadi gak seimbang dan gak sengaja nyenggol.” tukas Yuliani. Rani pun mengiyakan ucapan temannya itu dan bersikap santai saja sambil menunggu kereta sampai di tujuan.

 

Belum ada lima detik dari senggolan pertama tadi, kembali Yuliani merasakan rabaan pada pantatnya, kali ini bukan lagi menyenggol, namun terasa sedikit meremas. Terkejut, Yuliani pun berusaha menepis tangan itu.

Merasakan gelagat yang tidak baik, Yuliani mengajak Rani menjauh dari tempat berdiri mereka sekarang. Namun belum sempat mereka bergerak, ada tangan-tangan yang mencengkeram lengan mereka berdua sehingga mereka tidak dapat bergerak kemana-mana.

 

Disaat bersamaan, kedua wanita cantik itu merasakan tangan yang menjamah tubuh mereka kian banyak. Ada yang meremas-remas pantat mereka dan ada yang naik meraba payudara mereka. Merekapun berusaha meronta melepaskan diri dari situasi tersebut, tangan keduanya bergerak menepis tangan-tangan jahil itu. Namun apa daya dua pasang tangan melawan tangan-tangan sebanyak itu.

 

“Ehh, apa-apaan ini!” teriak Yuliani. Namun ia menyadari tidak ada yang paham ucapannya. Ia pun berusah menggunakan bahasa Jepang sebisanya. “Ieee, bageroooo! Emph….” Sebelum sempat meneruskan teriakannya, ada tangan kokoh membekap mulutnya dari belakang sehingga ia tak lagi mampu berkata-kata.

 

Semakin lama, jamahan dari tangan-tangan itu kian mengarah ke paha bagian dalam Yuliani. Ia pun berusaha mengatupkan kedua kakinya sehingga tangan-tangan itu tidak dapat menjangkau bagian vitalnya.

 

Namun usaha itu sia-sia karena tangan-tangan lain sudah mencengkeram dan merenggangkan kakinya sehingga posisinya terbuka dan tangan-tangan jahanam itu dapat leluasa bergerak menuju vagina Yuliani yang masih tertutup g-string seksi warna hitam.

 

“Mmh…. hhhh” Yuliani hanya bisa sedikit mendesah, dalam keadaan mulutnya disumpal telapak tangan seseorang dibelakangnya. Yuliani mencoba melihat dimana posisi Rani, tapi ia tidak dapat melihat temannya itu, di sekitarnya hanya ada segerombolan laki-laki.

 

Perlahan, tangan-tangan tersebut mulai membuka kancing kemeja krem Yuliani. Yuliani pun berusaha meronta sebisanya, namun hal tersebut hanya membuat pertahanannya lebih longgar karena berikutnya, mantel bulu yang dikenakannya berhasil direnggut oleh seorang laki-laki anggota gerombolan itu.

 

Kini, Yuliani masih berpakaian lengkap minus mantel bulunya, namun kancing kemejanya sudah terbuka seluruhnya, memperlihatkan payudara Yuliani yang sekal dan hanya ditutupi oleh bra berwarna putih. Tangan-tangan yang menjamahnya seolah semakin menggila dengan keadaan tersebut.

 

“Mmm…!”, terdengar suara teriakan tertahan Yuliani. Rupanya ada yang meremas-remas payudara Yuliani dengan keras sehingga ia berteriak tertahan. Berikutnya, dengan sekali hentakan, robeklah bra putih yang dikenakanYuliani memperlihatkan dua gundukan indah dengan puting berwarna kecokelatan. Kini, tubuh bagian atas Yuliani sudah terbuka dan hanya menyisakan kemejanya yang seluruh kancingnya sudah terbuka.

 

Melihat pemandangan tersebut, seorang diantara gerombolan tersebut bergerak maju dan mulai memainkan puting payudara sebelah kanan Yuliani, sementara mulutnya mulai ‘menyusu’ ke payudara sebelah kiri Yuliani.

 

Yang lebih membuat Yuliani terkejut adalah, orang tersebut ternyata si bapak berwajah ramah yang bertanya jam tadi. Dalam hatinya Yuliani berkata “dasar tua cabul, tahu begini udah gue tonjok dari tadi”.

 

Sementara itu, tangan-tangan yang ‘beroperasi’ di bagian bawah tubuh Yuliani semakin berani, ada yang menarik roknya keatas sebatas pinggang, sehingga kini rabaan dan sentuhan mereka dapat langsung bersinggungan dengan kulit telanjang Yuliani, sebuah tangan meraba naik paha bagian dalamnya dan bersentulah dengan liang vagina Yuliani yang masih terbungkus g-string hitam.

 

Tangan itu menggesek-gesek kemaluan Yuliani dengan gerakan maju-mundur. Mendapat rangsangan yang demikian hebat, Yuliani pun mulai terangsang diluar kemauannya sendiri. Seolah mengetahui hal tersebut, tangan yang membekap mulutnya mulai mengendurkan pegangan dan perlahan melepaskan bekapannya. Yuliani tak lagi berteriak-teriak, mungkin karena sudah terlampau lelah meronta, disamping itu, tidak bisa dipungkiri bahwa ia menjadi sangat terangsang dengan keadaan ini.

 

Tanpa disadari oleh Yuliani, ternyata g-stringya sudah tidak berada ditempatnya semula, entah kemana, memperlihatkan vaginanya yang dihiasi bulu-bulu kemaluan yang dicukur rapi, sehingga tangan yang tadinya hanya menggesek-gesek kemaluannya, perlahan mulai memainkan jari-jarinya diatas klitoris Yuliani.

 

Yuliani terangsang hebat diperlakukan seperti ini, namun ia tidak ingin semua laki-laki dihadapannya tahu bahwa ia terangsang, karena hal tersebut pasti akan membuat mereka merasa senang dan puas. Iapun mencoba menutupinya dengan mengatupkan bibir mungilnya rapat-rapat dan mencoba untuk tidak bersuara, apalagi mendesah.

 

Namun cobaan terasa semakin sulit bagi Yuliani, selanjutnya, jari tengah si bapak berwajah ramah digerakkan keluar-masuk di dalam liang vagina Yuliani, didalam vaginanya, jari itu sedikit ditekukkan sehingga mengenai g-spot milik Yuliani. Yuliani semakin tidak kuasa menahan gejolak birahi yang dahsyat, mulutnya tetap ditutup rapat-rapat, namun sesekali terdengar desahan tertahan. “Emmh… hhh”.

 

Gerakan jari itu kian lama kian cepat sehingga pertahanan Yuliani yang mati-matian berusaha tidak menunjukkan ekspresi kenikmatan akhirnya bobol juga.

“Mmhh… aa… aaaaaahh!!” Teriakan itu disertai getaran hebat, ia menggelinjang menerima orgasme pertamanya. Cengkeraman tangan dari para lelaki yang sedari tadi memegangnya kuat-kuat, akhirnya dilepaskan. Yuliani terduduk lemas, tubuhnya terasa panas terbakar gejolak birahi.

 

Perasaannya bercampur aduk, antara malu, terhina, marah dan nikmat. Hanya sekitar lima-enam detik kemudian, tubuh Yuliani kembali diangkat oleh para lelaki Jepang tersebut, namun kali ini beberapa orang diantara mereka sudah melorotkan celana masing-masing, memperlihatkan penis masing-masing yang sudah tegak mengacung.

 

Mengetahui apa yang akan dilakukan gerombolan lelaki itu, Yuliani coba berontak dengan menggunakan tenaganya yang tersisa, namun seorang diantara gerombolan itu, tubuhnya kurus dan agak tonggos, meremas kedua payudaranya kuat-kuat sehingga Yuliani merintih kesakitan dan mencoba menepis tangan itu dari atas payudaranya.

CERITA SEX JEPANG

Disaat bersamaan, pinggang Yuliani ditarik kebelakang oleh si bapak berwajah ramah yang langsung menancapkan penis 15cm-nya kedalam vagina Yuliani dengan sekali hentakan keras. Bless, masuklah penis itu disertai teriakan panjang Yuliani yang baru pertama kali dimasuki oleh penis laki-laki. Bapak itu memompa tubuh Yuliani dengan cepat.

 

“Plok…plok”, begitu bunyi yang terdengar ketika paha bapak itu beradu dengan paha bagian belakang Yuliani. Para lelaki yang lain tidak hanya diam saja, sebagian menjamah bagian-bagian sensitif Yuliani dengan leluasa, sebagian lagi terlihat mengocok penisnya sendiri, dan ada pula yang meraih tangan Yuliani, dan memaksa Yuliani untuk mengocok penisnya.

 

Ada seorang lagi yang berperawakan pendek memasukkan penisnya kedalam mulut Yuliani dan menggerakkannya maju-mundur. Sehingga sekarang, Yuliani dalam posisi setengah membungkuk dan disetubuhi dari arah depan dan belakang tubuhnya.

 

Lima belas menit berlalu, lelaki yang penisnya dikocok oleh tangan mungil Yuliani, tampak tidak kuat lagi menahan gelombang orgasme dan berejakulasi sesaat kemudian, crott!! spermanya muncrat dengan deras dan sebagian mengenai wajah Yuliani “Ah…. ahhh”, Yuliani mendesah seriap kali penis si bapak masuk dengan dalam di vaginanya. Lima menit kemudian, tubuh Yuliani bergetar hebat, ia mendapatkan orgasme keduanya. “Aaaa.. aaahh!!” Desahnya.

 

Tidak berapa lama, penis didalam mulut Yuliani menyemburkan spermanya. Membuat Yuliani gelagapan dan tersedak sehingga sebagian sperma itu tertelan olehnya, sementara sebagian lagi meleleh keluar dari bibit indahnya.

 

Si bapak yang memompa vagina Yuliani rupanya kuat juga, masih belum menampakkan tanda-tanda akan keluar. Bapak itu rupanya pandai memainkan tempo, terkadang kocokan penisnya dipelankan dan terkadang cepat.

Tampaknya ia benar-benar ingin menikmati jepitan vagina Yuliani sepuasnya. Sepuluh menit kemudian, cengkeraman tangan bapak itu di pinggang Yuliani tiba-tiba mengeras, bapak itupun mulai setengah mendesah.

 

“Hhhh…. ah..” Yuliani tahu bahwa orang dibelakangnya ini akan segera berejakulasi, iapun mencoba menarik badannya ke arah depan sehingga rahimnya dapat diloloskan dari semburan sperma bapak brengsek itu, namun sia-sia, baru setengah penis yang bisa dikeluarkan dan “Aaaaaahh” Crott, crott, crott! Sperma bapak itu keburu keluar membanjiri bagian dalam vagina Yuliani. “Aah, sial, damn..” gerutu Yuliani dalam hati karena bapak itu keluar didalam vaginanya.

 

Tubuh Yuliani pun digeletakkan di atas lantai kereta dan dikelilingi tiga orang lelaki lagi yang dengan irama cepat mengocok sendiri penis masing-masing di depan wajah Yuliani, dan beberapa saat kemudian berejakulasi dan menyemburkan sperma masing-masing di wajah Yuliani.

 

Para lelaki itupun meninggalkan Yuliani terkulai diatas lantai kereta dalam keadaan telanjang bulat dengan hanya mengenakan kemeja warna krem yang sudah kusut dan basah oleh peluh dan sperma. Payudaranya dipenuhi bekas-bekas remasan dan cupangan yang berwarna kemerahan.

 

Dalam keadaan lemas, ia mencoba mencari Rani yang sejak tadi tidak terlihat. Rupanya, Rani mengalami hal yang sama dan ditinggalkan tergeletak lemas bermandikan keringat dan sperma. Tidak ingin berlama-lama dalam keadaan demikian

 

Yuliani segera berdiri, mengelap keringat dan sperma disekujur tubuhnya dengan bra putihnya yang sudah robek, kemudian mengancingkan kembali kemejanya dan menurunkan roknya kembali, Yuliani kemudian mengajak Rani yang juga sudah merapikan diri, untuk keluar dari kereta dan mengajaknya untuk kembali saja ke tempat Wiwik. Kejadian barusan membuat hasrat belanjanya hilang.

 

Setibanya mereka di rumah Wiwik, merekapun mandi membersihkan tubuh masing-masing dari sisa-sisa persetubuhan yang baru saja dialami. Kemudian mengistirahatkan tubuh masing-masing. Sorenya, bel depan berbunyi, rupanya Wiwik sudah pulang.

 

Rani yang membukakan pintu. setelah masuk kedalam rumah, Wiwik menanyakan keadaan kedua temannya itu. Yuliani dan Rani pun menceritakan hal yang tadi mereka alami di kereta sehingga mereka berdua membatalkan niat belanjanya.

 

“Waduh, gue minta maaf bener. gue lupa kasih tahu kalian, sebenarnya ada kereta khusus untuk penumpang wanita di sini, karena emang banyak kejadian begini sebelumnya.”

“Yah, lo kok enggak kasih tahu kita dari kemarin sih Wik? Kalau tahu, kan kita enggak bakal diperkosa begini.”

“Iya, iya, gue bener-bener mohon maaf.” Ucap wiwik. “Eh iya, kalian mau enggak, gue kenalin sama cowok gue? Kebetulan tuh, sebentar lagi kesini.”

Yuliani dan Rani mengiyakan tawaran itu karena memang penasaran seperti apa muka pacar si Wiwik.

 

Beberapa saat kemudian, kembali terdengar bunyi bel. Wiwik beranjak keluar. Saat kembali kedalam rumah, ia berjalan bersama sesosok pria. Yuliani terkesiap. Astaga, ternyata si bapak berwajah ramah.

Promo Situs Pilihan.

No comments:

Post a Comment