Saturday, January 11, 2020

CERITA MESUM BERMAIN DENGAN KAKAK KANDUNG YANG MONTOK

BERITA HOT BERMAIN DENGAN KAKAK KANDUNG YANG MONTOK

 

CERITA SEX DENGAN KAKAK KANDUNG

Namaku Heri umurku 20 Tahun , 2 Bersaudara Aku anak kedua dimana kakakku perempuan berusia 5 tahun lebih tua dariku, Aku ingin menceritakan kejadian yang menimpa kehidupan seks aku 3 tahun yang lalu.

Pada waktu aku berumur 17 tahun masih Kelas 1 SMA, sedangkan kakak aku berusia 22 tahun dan sudah kuliah, Kakakku orangnya memakai jilbab meskipun kakakku memakai jilbab dia sangat Sexy, Orang bilang mukanya Sexy banget demikian pada fostur tubuhnya, Dengan tinggi 160 CM, kulit putih dan Bra aku perkirakan 36 an , Tapi yang paling menyolok dari dia adalah pantatnya yang bulat besar dan bahenol ini dapat aku Nilai karena aku sering mengintip dia waktu dia sedang mandi atau sedang ganti pakaian.

Jika berjalan ke Mall ataupun kemanapun dia pergi dia selalu memakai baju yang agak ketat meskipun dia memakai jilbab, Orang selalu memandang goyangan Pinggul dan Pantatnya, Sampai sampai aku sebagai Adik kandungnyapun sangat menyukai pantat dan Pinggul kakakku itu meskipun dia memakai jilbab, Kebetulan kakakku menyukai baju model agak ketat dan celana agak ketat pulsa sehingga agak Menepak kemontokan dan keindahan tubuhnya.

Apalagi jika dirumah, Meskipun dia selalu memakai jilbab atau kerudung dia selalu memakai baju tidur yang panjang tapi agak tipis sehingga agak terlihat belahan pantat dan celana dalamnya.

Sebagai remaja yang puber dan juga Olok olok dari teman temanku diam diam aku sangat terangsang bila melihat pinggul kakakku, Sebagai efek sampingnya aku sering melakukan Onani di kamarku atau dikamar mandi sambil membayangkan gimana rasanya kemaluanku dijepit diantara pantat montoknya, Keinginan itu kurasakan sejak aku duduk dibangku kelas 1 SMA ini, Aku sering mencuri pandang untuk mengintip CD nya apabila dia memakai rok, Dia mempunyai pacar yang berumur setahun lebih Muda dari padanya  aku sering memergoki mereka pacaran diruang tamu saling meremas tangan sampai mereka berciuman.

Suatu hari aku memergoki pacarnya sedang menghisap buah dada kakakku di kamar tamu meskipun baju dan jilbabnya tetap terpasang di badannya , Kakakku hanya mengeluarkan buah dadanya dari kancing yang terlepas sebagian, Mereka langsung belingsatan buru buru merapikan bajunya, Malam harinya kakakku mendatangi kamarku dan memohon kapadaku agar tidak menceritakan apa yang aku Lihat ke orang orang terutama pada ayah dan Ibuku. Dik jangan bilang bilang yah, Hbis tadi Si Hendar (Pacarnya) Memaksa Mbak. Katanya.

Aku cuma mengangguk dan Melongo karena kakakku masuk ke kamarku menggunakan jilbab dan baju yang longgar ( Daster) Tapi agak tipis sambil membawa sebuah Novel sehingga paha dan dadanya yang Montok terlihat karena dikamarku agak gelap sedangkan diluar lampu terang benderang.

"Hai kok melongo?"
Aku kegalapan dan bilang " Iya Mbak, aku gak akan bilang bilang" Kataku
Tiba tiba dia rebahan di ranjangku dengan terlungkup sambil membaca novel, aku memandanginya dari belakang membuat kemaluanku ngaceng karena pantat kakakku seolah olah menantang kemaluanku, Berkali kali aku menelan Ludah dan pelan pelan aku meraba kemaluanku yang tegang.

Sampai kira kira lima menit dia menoleh ke arahku dan aku langsung melepas tanganku dari kemaluanku dan berpura pura belajar, Kakakku mengajakku lari pagi besok hari dan dia memintaku membangunkannya Jam 5 pagi, Aku Mengiyakannya ketika dia keluar kamarku, Aku melihat goyangan pinggulnya sangat sexy dan begitu dia menutup pintu aku langsung mengeluarkan kemaluanku dan mengocoknya , Sialnya tiba tiba kakakku balik lagi dan kali ini dia melihatku mengocok kemaluanku, Dia pura pura tidak melihat dan berkata "Jangan lupa banguni Mbak jam 5 pagi" Lagi lagi aku kegalapan "Iya iya" Kataku.

Kakakku langsung pergi lagi sambil ngelirik ke-arah kemaluanku dan tersenyum. Malam itu aku ngga jadi beronani karena malu dipergoki kakakku. Pagi harinya jam 5 pagi aku ke kamarnya dan kudapati dia sedang tidur mengakang…. Lagi-lagi aku melotot melihat pemandangan itu dan aku mulai meraba-raba pahanya, sampai kira-kira 2 menit dan ku-remas paha montoknya dia terbangun dan aku buru-buru melepaskan tanganku dari pahanya.

Singkat cerita kami lari pagi, dia mengenakan jilbab atau kerudung sedangkan bajunya dia mengenakan training yang agak ketat sehingga setiap lekuk pinggul dan pantatnya terlihat sexy sekali dan tiap laki-laki yang berpapasan selalu melirik pantat itu. Begitu selesai lari pagi, kita pulang naik angkutan bus dan kebetulan penuh sesak, akibatnya kita berdesak-desak. Entah keberuntungan atau bukan, kakaku berada di depanku sehingga pantat montoknya tepat di kemaluanku.

Perlahan-lahan kemaluanku berdiri dan aku yakin kakakku merasakannya. Ketika bus semakin sesak, kemaluanku makin mendesak pantatnya dan aku pura-pura menoleh ke-arah lain. Tiba-tiba kakakku mengoyangkan pantatnya, karuan aku kenikmatan. 

"dik, kamu kemarin ngapain waktu mbak ke kamar kamu?” katanya
 “kamu onani yah???" Katanya lagi aku diam seribu basa karena malu. 
"makanya buru-buru cari pacar” katanya. 
“emang kalo ada pacar bisa digini yah?” kataku nekat sambil menonjokkan kemaluanku dipantatnya. 
“setidaknya ada pelampiasan” timpal kakakku. 
 “wah enak dong mbak ada pelampiasan?”tanyaku. 
“tapi ngga sampe gini” kata kakakku lagi sambil menggoyangkan lagi pantatnya. 
“kenapa” tanyaku.

Sebelum dia menjawab kami sudah sampai tempat tujuan. Pada sore hari itu, ketika aku pulang sekolah, kudapat rumah sepi sekali dan perlahan-lahan aku masuk rumah dan ternyata kakakku dan pacarnya sedang diruang tamu saling cium dan saling raba. Aku terus mengintip dari balik pintu, selembar demi selembar pakaian pacar kakakku terlepas sedangkan kakakku masih memakai jilbab dan baju jubahnya masih terpasang tetapi sudah tersingkap sampai sebatas perut, sehingga terlihat CD hitamnya yang mini dan sexy dan pacarnya sudah tinggal memakai CD saja.

Kulihat tangan kakakku menelusup ke dalam CD pacarnya dan meremas serta mengocok kemaluan pacarnya yang tegang. Pelan-pelan tangan pacarnya membuka CD kakakku dan terbukalah pantat bahenol nan montok milik kakakku. Pacarnya meremas-remas sambil meringis karena kocokan kakakku pada kemaluannya. 

"oh, aku udah ngga tahan” kata pacarnya 
“aku pengen masukin ke memekmu” katanya sambil mendorong kakakku sehingga tertelungkup di sofa. 
Ku lihat dia semakin mengangkat baju kakakku tetapi jilbabnya tetap terpasang tetapi sudah agak kusut dan menindihinya dari belakang kan berusaha menyodokan kemaluannya ke kemaluan kakakku dari arah belakang.

Tapi begitu nempel di pantatnya, kulihat air maninya tumpah ke pantat kakakku. “ohhh” dia melenguh dan kakakku menoleh kebelakang” kok udah” tanyanya Pacarnya bilang “maaf aku ngga tahan” katanya . Tiba-tiba lampu padam dan telepon HP sang pacar berdering dan di balik pintu aku sedang beronani sambil melihat kemontokan tubuh kakakku. Setelah menerima HP, sang pacar menyalakan sebatang lilin kecil diatas lemari dan dia berpakaian dan buru-buru pamit. 
“Aku ngga anterin kedepan pintu yah “ kata kakakku sambil tetap tertelungkup di sofa….. Begitu sang pacar hilang , nafsuku sudah ke ubun-ubun, di kegelapan remang-remang aku mendekati kakakku dan setelah dekat, dari jarak kira-kira satu meter aku memandangi bagian belakang tubuh telanjang kakakku, berkali-kali menelan ludah melihat pantat bahenol kakakku.

CERITA SEX DENGAN KAKAK KANDUNG

Karna uda gak tahan aku pelan pelan buka celanaku sampai copot dan kulihat kemaluanku yang besar dan panjang itu berdenyut denyut minta pelampiasan, Aku langsung menindihnya dari belakang dan untukngnya kakakku mengira sang pacar belum pulang dan masih ingin ngentot dia.

"Awww..Dra kok gak jadi pulang" Tanyanya. Karena kondisi ruangan sangat gelap sehingga dia tidak menyadari Bahwa adiknya sedang berusaha menempelkan kemaluannya ke Kemaluannya.
"Aww.. Dra jangan dimasukkan aku masih perawan katanya ditempelin aja Dra aku masih perawan" Katanya memohon , karena aku uda gak tahan maka pelan pelan ku bimbing tangannya untuk menggenggam kemaluanku dan agar diturun ke kemaluannya.

Begitu dia pegang "Dra kok gede amat sih" Katanya heran karena punya pacarnya jauh lebih kecil dari pada punyaku. Sambil membimbing kemaluanku dan menempelkan ke kemaluannya.
"Gosok pelan pelan Dra" Aku menekan dan Gila bener bener nikmat, Setelah kira kira dua menit aku menggosokkan kemaluanku ke kemaluan kakakku akhirnya aku mencapai klimaks dan Croooot... Crooott.Croott.. Spermaku menyembur ke pantat kakakku, Aku tetap memeluk tubuh kakakku dan pelan pelan aku meninggalkannya.

"Dra mau kemana?"Terianknya aku buru buru memungut celana dan memasuki kamarku dan masih Celana CD ku belum kupakai aku rebahan diranjangku sambil kututupi dengan selimut tipis membayangkan kenikmatan yang barusan terjadi, Tiba tiba telepon berdering dan lampu menyala kudengar kakakku menerima telepon itu dia heran setengah Mati karena yang menelpon adalah pacarnya si Hendra.

“Dra, kok kamu udah ada di rumah lagi jangan main-main yah kamu dimana, udah enak langsung lari” Beberapa saat kemudian kudengar bunyi telpon dibanting. Dan dikamarku, aku cepat-cepat mematikan lampu dan pura-pura tidur. Semenit kemudian kakakku masuk ke kamarku dan melihat aku tidur berselimut dia menghampiriku dan duduk di tepi ranjangku. Di kegelapan kamarku kuintip kakakku masih memakai pakai dan jilbab yang tadi dia pakai, dia nggak berani membagunkanku malahan rebahan disampingku. Kesunyian sekitar 15 menit, kemudian kuintip ternyata kakakku tertidur. Akupun tertidur sampai keesokan harinya.

Setelah kejadian hari itu aku selalu membayangkan betapa enaknya tubuh kakakku meskipun hanya menempelkan dan menggosokan kemaluanku pada kemaluannya saja. Pada suatu siang, aku ingin meminjam kaset lagunya. Karena sudah biasa, aku pun masuk tanpa mengetuk pintunya. Dan betapa terkejutnya aku ketika kulihat mbak Desi kakakku sedang tidur-tiduran sambil memejamkan matanya. Tangannya masuk kedalam CD nya sedangkan jilbab dan bajunya masih terpasang, hanya bajunya sudah tersingkap sebatas perut. Spontan, ia terkejut ketika melihatku. Aku segera keluar.Tak sampai satu menit, mbak Desi keluar (pakaiannya sudah rapi meskipun jilbabnya agak kusut). Ia memintaku agar merahasiakan hal itu dari ayah ibuku. Lalu kujawab 
“Aku janji ga bakal bilangin hal ini ke ayah ibu koq.”
“Thank’s ya dik.”“Eh, emangnya onani itu dosa ya?”
Bukan jawaban yang kudapatkan, malah tatapan kakaku yang lain dari biasanya. Bagai disihir, aku diam saja saat dia menempelkan bibirnya ke bibirku.

Dilumatnya bibirku dengan lembut. Dikulumnya, lalu lidahnya mulai menembus masuk ke dalam mulutku. Aku segera menarik diri darinya, tapi ia malah memegang tanganku lalu mengarahkannya ke dadanya dan kurasakan betapa empuknya buah dada kakakku. Refleks aku berontak karena aku malu. Tetapi kakakku bilang,
”lakukanlah dik seperti yang kau lakukan tempo hari padaku”.Aku kaget “ja..jadi mbak tahu apa yang kulakukan pada mbak tempo hari.” jawabku gugup.
“ya” jawab kakakku.
“maafkan aku mbak…” ucapku Belum selesai aku berkata, ia sudah melumat bibirku. Dan kali ini lidahnya berhasil memasuki mulutku. Kami berciuman sangat lama. Setelah puas berciuman, Ia malah menarikku ke kamarnya. Disana aku direbahkan, dan ia membuka celana dan CD ku.

Kakakku tersenyum melihat kemaluanku yang sudah mengacung tegak, Ukurannya sekitar 18 CM lebih panjang dari punya pacar kakakku Hendra.

Melihat kakakku tersenyum aku mulai menarik keatas baju kakakku, Rupanya kakakku sudah membuka Branya sehingga akupun bisa langsung melihat payudaranya yang Berukuran 36B itu, Kumulai menyentuh dan meremas payudara kakakku yang lembut, Sementara baju dan jilbabnya masih terpasang walaupun agak kusut kakakku menggelinjang merasakan kenikmatan dan mendesah keenakan , Setelah aku melihat kakakku sudah terangsang aku membuka CD warna hitam kakakku sehingga kini terpangpanglah kemaluan kakakku yang berbulu lebat dan halus.

Sekarang aku memegang kemaluanku dan mengarahkan kemaluanku ke Mulutnya, Dia menutupi mulutnya rapat rapat.
"Ayo dong Mbak isep kayak Mbak lakuin ke pacar Mbak" 
"Kok kamu tau" Kata Mbakku
"Ya tau dong aku kan sering intip Mbak begituan sama pacar Mbak"
"Ayo Mbakk" Rengekku

Kakakku pun mulai tertantang mempraktekkan kemampuan Lidahnya, Kemaluanku segera diremas remas setelah itu dijilati dengan penuh gairah Seolah itu adalah Lollipop yang Manis, kakakku pun mulai memasukkan kemaluanku kedalam Mulutnya, Tidak bisa semua tapi setidaknya sudah setengah yang Masuk digigit gigit kecil kepala kemaluanku sambil memainkan buah pelirnya.

Akupun memejamkan mata karna keenakan, Kakakku melepaskan kemaluanku dari mulutnya, Tangannya mengangkat baju panjangnya dan menempelkan kemaluanku ke payudaranya akupun membuka mataku, lalu kuraih kemaluanku , Kuarahkan kemaluanku itu ke kemaluannya yang sedari tadi sudah basah Kugosok gosok Ke klitorisnya aku jadi merinding dibuatnya Desahan tak karuan pun keluar dari mulutku, Disatu sisi aku tau ini salah tapi disisi lain aku benar benr menikmatinya setelah puas bermain dengan Klitorisnya kemaluanku segera kuarahkan ke lubang Kemaluannya.

Tetapi kakakku bilang “Jangan dimasukan, aku masih perawan. Ditempelkan dan digosokan aja seperti tempo hari” Akupun mengangguk dan segera ku tempelkan dan kugosokan kemaluanku ke kemaluan kakakku. Setelah beberapa saat kemaluanku ku tekan tekan ke lubang kemaluan kakakku maka crot…crot.. crott spermaku menyembur di perut kakakku.Dengan kemaluan masih menempel di perut kakakku, kami mulai bercumbu lagi, kujilat payudara kakakku sampai perutnya. Setelah itu kami mengambil posisi 69.

Aku pun mulai menjilati kemaluannyanya yang sudah basah oleh cairan kewanitaannya. Sementara ia menjilati kemaluanku.Kami saling berpelukan bugil, setelah puas bermain, kami pun menuju kamar mandi, namun belum sempat bermain di kamar mandi, kudengar suara mobil orangtuaku. Kami cepat-cepat kembali ke kamar dan berpakaian. Saat orangtua kami masuk, aku sudah berpakaian lengkap sedang kakaku pun sudah berpakaian lengkap dengan jilbabnya. Sejujurnya saat itu aku sedang tegang dan gugup.

Untunglah orangtuaku tak curiga. Kami pun tersenyum berdua dengan penuh arti. Sejak saat itu kami saling memuaskan walupun tidak sampai memasukan kemaluanku kedalam kemaluannya karena aku takut kakakku kehilangan keperawanannya. Kadang-kadang kami juga main di sofa, di lantai, dan kamar mandi.

Promo Situs Pilihan.

No comments:

Post a Comment