Wednesday, January 8, 2020

CERITA NYATA ISTRIKU DIPERKOSA SAMPAI KETAGIHAN

CERITA VIRAL ISTRIKU DIPERKOSA SAMPAI KETAGIHAN

 

CERITA ISTRI DIPERKOSA


Beberapa minggu ini banyak maling yang masuk di perumahan yang kami tempati , Karena Was Was kalau terjadi kemalingan yang sebelumnya. Maka komplek perumahan mengadakan Ronda malam atau menyewa penjaga malam, Dan kebetulan ada dua yang kosong katanya sering ditempati sebagai tempat persembunyian rampok.

Malam itu aku terkena Influenza berat karena kehujanan sepanjang siang.
"Aku masih meyiapkan makanan untuk penjaga malam mas" Kata istriku yang berpostur tubuh mungil dengan tinggi 155 CM, Wajahnya menarik seperti bintang Film Mandarin meskipun kulitnya agak Sawo matang dengan rambut pendek sehingga tampak lebih muda dari usianya yang menginjak 40 Tahunan.

Malam itu udara sangat panas sehingga dia hanya memakai daster yang lumayan ipis sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya , Utamanya pantat bahenol yang empuk itu yang bergoyang saat berjalan, Walaupun perutnya tidak ramping lagi, Karena sudah dua kali mengandung dan model dasternya berkancing di depan sehingga payudara biarpun tidak besar tapi padat berisi yang berukuran 34C agak tersembul dan kedua puting susunya tampak menonjol dari balik dasternya karena memang dia kalau dirumah hanya memakai Camisole tipis saja.

"Sudah pukul 10 kok belum datang ya.." Dia bergumam sendiri karena mengira aku sudah tertidur.

Beberapa saat kemudian kudengar dua orang bercakap cakap diluar dan mengetuk pintu rumah pelan. Istriku yang rebahan disampingku pun bangkit dan entah tersadar atau tidak istriku membetulkan rambutnya dan memoles bibirnya sehingga bibirnya semakin merah.

"Lohhhh ???" Gumamnya pelan ketika tersadar dia memoles bibirnya tapi karena penjaga malam itu terus mengetuk pintu, Dia pun tak jadi membersihkan bibirnya yang merah merangsang itu.

Malam , Bu Ani.." Terdengar suara seseorang dan aku mengerti kalau suara itu adalah pak Alan dan istriku sudah dikenal dua orang petugas jaga tersebut karena sering istriku pulang malam seusai mengajar di kampusnya.
"Masuk dulu pak Alan" Terdengar istriku mempersilahkan penjaga malam itu masuk, Sementara kudengar bunyi halilintar yang cukup keras dan hujan tiba tiba turun dengan derasnya.
"Wahh hujan? Saya sama pask Samat, Bu Ani" Katanya.
"Gak apa apa masuk aja lagian hujan deras pak" Kata istriku.
"Selamat malam bu Ani" Kudengar Pak Samat memberi salam pada istriku.
"Sebentar tak buatkan kopi" Kata istriku kemudian kudengar istriku berjalan menuju dapur di belakang rumah.

"Mat. kamu lihat gak?" Terdengar suara bisikan pak Alan.
"Kamu kacau Lan" Balasan suara bisikan pak Samat
"Kamu lihat gak?" Suara pak Alan lagi.
"Iya... Alan muncul.. kaya penghaspus" Kata pak Samat.

Rupanya mereka berbisik bisik mengenai puting susu istriku yang menonjol di balik dasternya karena malam itu istriku hanya mengenakan camisole di balik dasternya.
"Pantatnya bahenol lagi" Lanjut bisikan pak Samat.
"Hus, istri orang itu Lan" Kata pak Samat.
Kuingat pak Samat orangnya hitam agak tinggi dengan badan kekar dan pak Alan orangnya tambun Pendek.

Keduanya berumur 50 Tahunan lebih, aku bergigik juga mendengar perkataan mereka mengenai istriku tadi.
Mereka penduduk asli daerah itu, Terkenal sangat doyan dengan perempuan, Bahkan mereka pernah bercerita saat jaga malam kalau pernah membuat pedagang jamu yang bertubuh bahenol yang sering keliling dua minggu sekali di daerah tempat tinggalku.
Pernah dibuat hampir tak dapat berjalan karena digilir mereka berdua dimana saat itu pedagang jamu itu masih perawan dan sampai saat bercerita malam itu, Pedagang jamu itu masih sering meminta kepada mereka berdua untuk menggilirnya.

Biarpun sekarang sudah bersuami katanya tak pernah puas dengan suaminya yang masih muda, Bahkan pedagang jamu itu pernah meminta mereka berdua datang kerumahnya.

"Kalau sudah kenak punya kami pak...Waaahhhh...perempuan pasti malas dengan suaminya dan suaminya tak berkutik kalau kami ada dan membiarkan kami tidur bersama istrinya dalam satu kamar bersama suaminya" Kata pak Alan terkekeh kekeh malam itu.
Kemudian kudengar suara bisikan mereka lagi "kamu jangan ngaco Lan sudah nanti kelewatan" Kata pak Samat.
“Keris pusakaku.. ku bawa.. Mat…. Ini ..he he he ?!” kata Pak Alan,
“kamu jangan, gitu Alan…, orangnya lagian baik…, kasihan suaminya nanti, pinginnya sama kamu aja nanti.

Karena perasaanku gak enak akhirnya kuputuskan untuk keluar dan mereka berdua terlibat kaget melihatku, Tapi pak Alan yang membawa keris langsung mencabut kerisnya dan langsung mengarahkan kerisnya kepadaku dan tiba tiba gelap menyelimutiku, Kemudian aku terjaga dan kudapati diriku di tempat tidur kembali , Kutoleh pintu kamarku, Kulihat lantai intu kamar seperti membara.

CERITA ISTRIKU DIPERKOSA

“Eeeecch ?….eeeeccchhh. …eeeeecccchhhh …..!!!! ”
Kudengar desis istriku dan akupun turun, tubuhku terasa lemas sehingga aku merangkak mendekati pintu kamar dan…… seperti terkena listrik beribu ribu volt saat tanganku memegang kunci kamarku hingga aku tersengkur makin lemas seperti karung bersimpuh di depan pintu kamar yang sedikit terbuka itu.

Aku tak percaya melihat diruang tamu dari pintu kamar yang terbuka sedikit itu, Kulihat istriku berdiri didepan pak Alan yang membawa selongsong keris sebesar batang kemaluan orang Dewasa lebih besar dari lampu TL 40 Watt yang ujungnya di arahkan kepada istriku yang berdiri.
Sedangkan tangan yang satunya seolah memelintir di ujung lainnya yang berbentuk huruf U memanjang itu.

Kedua tangan pak Alan kini memegang pangkal keris yang melengkung itu dan kedua jarinya memelintir ujungnya dan kulihat istriku yang berdiri , Tubuhnya bergetas dan kembali mendesis.
“Heeeggghhh ?..oooooohhhhhhh. ……ooooooohhh hhhhh…. ..!!!!!” Pak Alan bukan lagi seperti memelintir tapi menarik narik kedua ujung keris berbentuk U itu dan terlihat istriku membusungkan dadanya seperti kedua puting susu nya tertarik ke depan.

“Mmm heeeggggh ?..aaaaaaa… .aaaaduuuuuhhhhh h……!! !!!” istriku mendesis panjang dan Pak Alan langsung mengulum salah satu ujung U itu dan …. “Paaak ?.paaakkkk… .jaa…jaaangaaa annnnn ?.paaakkkkk.. ….!!!!!
” suara desis istriku memelas dan tangan kanan istriku secara refleks memegang payudara kanannya. Istriku mendesis kembali "Ummmmmpphhhh , Pak..Jaaaangg....aaaaaaannnnnn... Paaakkkkkk!!!" Istriku mendesis.

Tangan kanan pak Alan memelintir ujung satunya dan istriku pun memegang kedua payudaranya kembali yang masih terbungkus daster dan Camisolenya itu.
“EEecccchhhhhhhgggg hhhhh ??!!!!!!!” istriku mendesah lagi saat Pak Alan memutar selongsong kerisnya sehingga pangkal keris berbentuk U itu berdiri.

Sementara jari jari tangan kanannya mengelus elus pinggiran lubang keris itu dan kulihat pantat bahenol Istriku pun bergetar dengan hebat , Pak Alan semakin cepat mengelus dan bahkan menggosk lubang keris itu dan istriku pun mengerang .
"Paaaaakk...paakkkkk Suuuudaaaahhhhhh jangan diteruskan.. Eehhhhhhhcchhhgggghh" Sementara pantatnya pun bergetar hebat dan kedua tangan istriku memegang pantat bahenolnya yang bergetar hebat saat Pak Alan menjilati lubang keris itu dan pantat bahenol istriku Meliuk liuk tak karuan.

Kedau tangannya meremas pantat bahenolnya sendiri yang mulai maju mundur saat pak alan menyedot lubang keris itu dan bahkan lidah pak Alan menjilati lubang itu dan "Mmmmmmmppphhh Sssh" Istriku semakin keras mendesis selangkangannya terangkat angkat dan mendekati ujung selongsong keris yang tengah di sedot sedot dan dijilati lubangnya oleh Pak Alan.

Paaaaaakkkkk.... sudahhhh Nggghhhhhhhhh Ehhh..Ssshh" istriku mendesis kedua matanya tertutup dan selangkangan nya tertarik ke depan Hingga selangkangannya kini menggesek gesek sarung keris itu.
"Sudaaaahhhh paakk jangan sudahhh Echhhhhhh" Istriku terus mendesis kemudian pak Alan mengehntikan Aksinya.
"Maattttt, elus lubang kerisku" Kata pak Alan kepada Pak Samat yang dari tadi bengong.

Sementara dipangkal selangkangannya sudah menggelembung menunjukkan batang kemaluannya sudah berisi tegang. Pak Samat langsung mengelus lubang keris Pak Alan dan kembali "Eeeehhhhhhh....Sshhhhhh" Istriku mendesis.
"Enak bu Ani?" tanya Pak Alan yang berdiri dihadapannya dan selangkangan istriku masih menempel disarung keris itu. Istriku Engga menjawab , Diam saja.

"Oooohhhhh kurang enak rupanya" Kata pak Alan kemudian.
“Jaaa….jaaaangaaa nnnn….. , paaakkkk…!!!!” rintih istriku memelas,
“Singkap dastermu, Buuuu……! !!!” perintahnya.
“Paaak …..oooohhhhhh. …jaaa.. ..jaaangaaannn ….paakkkk. …..!!!! ” istriku menghiba. 
“Ayooo .. nggak usah malu Buuu…. atau biar dia yang mencari jalannya sendiri?!” kata Pak Alan.
Seperti diperintah sarung keris itupun menempel di selangkangan istriku saat Pak Alan melepasnya
dan….
“Paak ….jaaa…jaaangaa nnnn…paaaakkkk ?.!!!!” desis istriku saat sarung itu mulai menggosok
selangkangannya kembali, sehingga pantatnya pun bergetar kembali.
“Mat ?malam ini kita nonton dulu ? biar Mbah Gandul yang nyebokin Bu Ani, malam ini punya dia ?lihat Mat ? Bu Ani menaikkan dasternya ? rupanya dia sudah kebelet….” Kulihat istriku mendesis-desis dan mengelinjang, sementara kedua tangannya memegang pantat nya sendiri dan menarik ke atas dasternya pelan-pelan, sehingga mulai tersingkap paha mulusnya.

Senakin lama pantatnya semakin bergetar cepat dan selangkangannya maju mundur oleh gosokan sarung keris yang di sebut pak Alan , Mbah Gandul itu.
Begitu dasternya tersingkap sampai pangkal pahanya, Mbah gandul langsung menyusup le selangkangan istriku dan "Mmmmhhhhhhfffff .. Eccchhhhh..Besaaaarr Ohhhhhhh" Desis panjang istriku.
"Sudahn Mat kita keluar biar bu Ani malam ini milik Mbah Gandul" Kata Pak Alan.

“Bu Ani, titip Mbah Gandul yaa, selamat menikmati, besok baru kami,… Oh… ya…., besok kan ibu pulang malam? nggak usah pake BH dan celana dalam ya kalau pulang, nanti dibungkus  dan serahkan ke saya di pos kalau pulang. biar lebih enak ?he he he….!!! ” kata Pak Alan sambil meremas payudara istriku yang berdiri tak berkutik dengan kedua kakinya yang terkangkang. 
Merekapun keluar meninggalkan istriku yang terbengong.
“Mmmpppff ….oooohhhhh. …beee.. ..besaaar ?aaamaaatttt. …!!!!” rintihnya saat kedua orang itu telah pergi. Istriku pun berusaha duduk di kursi panjang dan rupanya dia berusaha menarik sarung keris itu keluar tapi…..
“Mbaaaah uummppfff oooooohhh… aaammmmpuuunnn. ..mmmbaaaahhh. …. ?..!!!” istriku mendesis keras.
Ooocch masuukkk ke daalaaam eeeccchh gilaaa uummpppfff heeecchhh gilaaa ?uuuccch geliiii aaaccch
koook giniiii rasanyaaaaa uumppppccchh ennnnaaaaakkkkckccc hhhh??!!!” dan kulihat istriku mencengkeram.
erat sandaran kursi dan pantat nya bergetar keras maju mundur di tempat duduknya dan goyangan pantatnya semakin kencang, sementara keringatnya memebanjir dan nafasnya terengah.
“Eccchhhghghghg mbaaaaah Gaaanduuull ?. akuuuu keluaaaaar ?.!!!” istriku mengerang saat mencapai orgasme malam itu.

Tubuhnya tersungkur miring di kursi panjang dan beberapa saat kemudian kaki nya terkangkang lebar dan tubuhnya bertumpu di kedua tangannya melihat selangkangan nya yang digarap Mbah Gandul kembali itu.
Kembali pantatnya bergoyang sementara mulutnya mendesis-desis kenikmatan dan nafasnya memburu keras, Dan

“Mbaaah…mmmbbaahh hhh…… ..aaaa… aaaakkuuuuu. .keee…keeeelua aaar lagiiiii ?.!!!!” dia mengerang saat mencapai orgasme keduanya dan pantat nya tersentak-sentak. Kemudian dia duduk kembali dan berusaha berdiri dan berjalan menuju kamar, akupun cepat-cepat rebahan di tempat tidur….
“Mas…maaasss. … bangun,….mass. …!!!!” panggil istriku.
“Kamu kelihatanya kok kumal dik, tadi… ku dengar ribut-ribut diluar…..! !!”
“Maas ?!!!!!” kata istriku tersipu-sipu sambil memelukku..
Selang seminggu kemudian, kembali Pak Alan dan Pak Samat mendapat giliran tugas jaga Dan seperti kebiasaan yang lalu-lalu, mereka pasti akan mampir kerumahku dengan alasan untuk minum kopi.
Sudah sejak jam 7 malam aku masuk kekamar, dengan pura-pura badan merasa ngga enak. Begitulah kira- kira jam 9 malam, terdengar ketukan pada pintu depan dan terdengar istriku yang masih nonton TV diruang tamu membuka pintu depan dan terdengar suara Pak Samat dan Pak Alan
“Selamat malam bu Ani…. apa bapak masih bangun…?”
“Ohh…bapak ngga enak badan dan sudah masuk tidur sejak jam 7 tadi…!!!” terdengar sahutan istriku.
“Oooo…maaf mengganggu, tapi saya hanya mampir sebentar untuk mengambil kopi saja…!!” “Kalau begitu silakan duduk dulu, saya akan menyediakan kopi didapur…!” sahut istriku lagi, sambil berjalan masuk kedalam.
Sesaat kemudian kudengar suara langkah kaki menyusul istriku kedapur dan…
“Bu Ani, nggak bilang suami ibu kan mengenai kejadian yang lalu…. ?..!!!” terdengar suara Pak Samat.
Tak terdengar suara jawaban dari istriku.
Tak selang kemudian terdengar suara ribut-ribut tertahan dari arah dapur dan…….
“Ooooohhhh.. ..jangan. …Jangaan paak ?!!!!!” terdengar suara menghiba.
“Kenapa, Bu Ani…? diam saja bu….ntar juga pasti enak kok….!!!” suara Pak Samat kembali.
“Jangan pak, ampuun paaak ?.!!!” istriku semakin menghiba, kayaknya Pak Samat semakin mendesaknya, kemudian dengan mengendap-edapa aku turun dari tempat tidur dan mengintip dari celah-celah pintu kamar dan….terlihat dengan cepat Pak Samat melompat dan berdiri diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar, saat istriku akan mengatupkan kedua kakinya.
“Tutup selambunya, …!!!” kata nya ke Pak Alan, dan Pak Alan langsung menutup selambu dan pintu rumah. “Ayo emut kontolku Bu Ani..” kata Pak Samat tiba-tiba sambil mengeluarkan penisnya yang agak kecil lemas tapi panjang berbintil- bintil seperti buah pace mendekati mulut istriku.
“Jaaa….jaaangaann nn paaak?.aaampun paaak ??!!!!” istriku terisak sambil memegang pergelangan tangan Pak Samat yang menyambak rambutnya dan pantat Pak Samat maju dan batang kemaluannya yang panjang berbitil-bintil semakin dekat dengan mulut istriku. 
“Lepas rambut saya paaak…!!!” isak istriku dan Pak Samat melepas jambakannya dan istriku membuka mulutnya yang sudah dekat dengan penis Pak Samat dan istriku mengulum penis berbintil Pak Samat.
“Sedot Bu ani?.wwwuhhh Lan Ani pinter nyedot kontolku ?!!!” kata Pak Samat ke Pak Alan yang juga mendekati istriku dan “Sudaaah nanti biar Bu Ani Sendiri!” katanya, aku tak mengerti maksud Kata kata pak Alan.

Kemudian pak Samat mencabut penis dari mulu istriku dan mendorong istriku untuk duduk dibangku panjang yang ada di dapur, Sementara dia duduk di kiri istriku sedang pak Alan dikanan istriku.

"Bu Ani gosok punyamu sendiri" Kata pak alan sambil memegang tangan kanan istriku ke selangkangannya sendiri.
"ayo" Kata pak alan , Lirih dan mulailah istriku Mebbgosok dan mengocok bibir Vaginanya sendiri sampai akhirnya bunti kecepak terdengar dari selangkangannya.

"Itilmu bu ani" Kata pak alan dan istriku mengerang sendiri saat mempermainkan Itilnya.
"Pak" Istriku Mendesis
"Kenapa bu ani" tanya pak samat "Pak" Istriku hanya mendesis.

"Lan bu ani mulai naik nih" Kata pak Samat dan pak alan pun berdiri dan menuju pintu dan membukanya dan masuk kembali memegang tali dan betapa terkejutnya aku saat pak alan menarik Tarzan.

Kontol herdernya yang setia , yang selalu menemani mereka jaga, Istrikupun terkejut sepertiku.
Dan pak alan mengunci pintu kembali dan pak samat memegang istriku yang akan lari.

"Diam" Bentak pak Samat "jangan pak" istriku akan mengatupkan kakinya tapi pak alan sudah berdiri didepan istriku dan menahan kaki istriku dan tarzan langsung menyusup diantar kaki pak alan yang menahan kaki istriku dan "Aaaaauuuuuuwwwwwww...Pakk" Suara istriku mengerang selangkangannya yang gundul dijilati Tarzan.

Rupanya tarzan sudah terlati merangsang wanita karena istriku memegang pinggang pak alan yang berdiri di depan istriku menahan agar kaki istriku tetap terkangkang lebar "Eeeecchhhhheeecchhhhhhhh" istriku mengerang dan mendesis keras karena jilatan tarzan di selangkangannya.

"gimana bu Ani? Enak ibu Ani ?" Kata pak alan terkekeh kekeh.
"Pak,, ammppuunnnnn Mmmppphs Ssshhhh " Istriku mengerang keras dan memegang erat pinggang pak alan sedangkan pantan bahenol terangkat angkat saat orgasme ketiganya malam itu meledak dan Tarzan dengan ganasnya.

Terus Merangsang kelentit, Bibir vagina istriku dan hanya terpaut beberapa menit istriku mengerang kembali saat mencapai orgasme yang ke empat dan tubuh istriku pun terjatuh dikursi nafasnya mendengus dengus keringatnya mengalir deras tetapi tarzan kontol herder itu terus merangsang istriku dengan jilatan jilatan mautnya di bibir vagina istriku dan kelentit istriku .

Istriku pun mengejang dan mengerang kembali saat orgasmenya ke lima meledak tubuh istriku benar benar lunglai dan pak alan membalikan tubuh istriku yang terkapar di kursi panjang dan menarik kedua kaki istriku yang tertelungkup dilantai dan bertumpu di kedua lutunya sehingga istriku menungging dan tarzan rupanya sudah siap dari batang kemaluannya yang merah sudah membesar dan menegang langsung melompat dipunggung istriku dan pak samat mengarahkan batang kemaluan tarzan ke liang Vagina Istriku.

Promo Situs Pilihan.

No comments:

Post a Comment