Saturday, January 18, 2020

BERITA SEKS MEMPERKOSA ANAK GADIS PERAWAN TEMANKU

CERITA PANAS MEMPERKOSA ANAK GADIS PERAWAN TEMANKU

CERITA SEX PERAWAN MUDA


Aku ingat Ani waktu dia masih kecil dia anak temanku yang paling kecil, Umurnya sekitar 16 tahunan sekarang dan wajahnya yang baby Face membuatnya seperti tak berdosa ketika melihat Ani untuk yang kesekian kalinya, Aku bersumpah kalau aku harus berhasil tidur bersamanya sebelum aku pergi dari kota ini dan aku sudah menjalankan rencanaku, Aku main kerumah Ani berkali kali Sepanjang siang dan malam sampai aku telepon untuk mengetahui kapan Ani ada sendirian dan Kapan orang tuanya ada.

Dan saat malam aku memutuskan untuk masuk kerumah Ani aku sudah memastikan Bahwa orang tua Ani sudah tidur dan Ani Di kamar tidurnya, Rencanaku akan kuperkosa Ani sementara orang tuanya tidur dikamar mereka.

Tubuhku kaku karena tegang waktu aku buka jendela belakang rumahnya pakai linggis , Suara jendela yang terdongkel terdengar seperti letusan membuatku harus diam tidak bergerak selama setengah jam menunggu apakah ada penghuni rumah yang terbangun.
Untung saja semuanya masih dalam keadaan sunyi senyap dan aku memutuskan untuk masuk. Tubuhku sekarang gemetar setiap langkahku seperti memnuat seluruh rumah berderit dan aku siap meloncat melarikan diri tapi waktu aku sampai didepan kamar tidur Ani rumah itu masih gelap dan sunyi senyap, Aku buka pintu dan masuk sambil menutupnya kembali.

Aku seperti bisa mendengar jantungku yang berdetak keras sekali, Aku belum pernah setakut ini seumur hidupku, Tapi bagian yang paling susah sudah aku lampaui, Kamar tidur orang tua Ani ada dilantai dasar, Aku berdiri di samping ranjang Ani memeilih langkah selanjutnya perlahan penisku mulai menegang sampai akhirnya besar dan tegang sampai ngilu, Mala Ani terbuka menatapku tidak bisa bernafas , Aku ada disebelah ranjangnya mencekik lehernya sementara tangan kiriku mencungkan belati di depan wajahnya.

"Diem, Jangan bergerak jangan bersuara atau lo mati" Aku dengar nada suaraku yang lain sekali dari biasa, Kedengerannya bengis dan kejam, Ani tetap terlihat cantik umurnya 16 Tahun, Dia terbatuk batuk.
"Kalau aku lepasin tanganku, Lo berguling tengkurap dan jangan berisik atau aku potong leher Lo"

Aku tentu tidak bermaksud akan menbunuh dia, Tapi paling tidak itu berhasil bikin Ani ketakutan, Ani langsung menurut dan segera kuikatkan tubuhnya , menutup mulutnya dengan plester dan mengikat pergelangan tangannya dibelakang, Selimut yang menutupi tubuh Ani sekarang sudah ada dilantai dan aku bisa melihat jelas gadis yang tengkurap didepanku. Tubuh Ani langsing dan mungil dan baju tidur yang dipakainyaa terangkat ke atas membuatku bisa melihat kakinyaa yang putih dan mulus.

Ereksiku sudah maksimal dan aku sudah tidak tahan sakitnya, celanaku menyembul didiorong oleh penisku yang besar dan bersentuhan dengan pantat Ani yang mungil, Aku menindih Ani dan bergoyang goyang membuat penisku bergesekan dengan pantat Ani dan dengan tanganku yang bebas kuraba bagian dada Ani yang masih ditutup oleh dasternya, Buah dada Ani masih kecil, yang membuatku makin birahi, Mulutku bersentuhan dengan telinga Ani.
"Loh benar benar sempurna, Tetapi diam dan aku akan pergi sebentar segera"

Mata Ani terpejam seakan akan telah tertidur kembali, Aku lepaskan celana trainingku dan celana dalamku sampai ke kakiku tapi belum aku melepaskannya dari badanku, Sambil menatap bagian belakang tubuh Ani yang Indah, Kakinya yang telanjang membuat nafasku berat dan dasternya tidak bisa lagi menutupi pantatnya yang ditutupi celana dalam putih dan tangannya yang terikat erat benar benar membuat Ani sempurna buatku, Aku buka kaki Ani tanpa perlawanan yang berarti dan membenamkan Wajahku yang membuat Ani mengeluarkan erangan untuk pertama kalinya.

Aku benamkan wajahku ke selangkangan Ani menikmati wangi tubuh Ani yang terus mengerang ketakutan , Selanjutnya aku raba raba Vaginanya yang tertutup celana dalam dari belakang, Meraba dan akhirnya menusuk nusuk dengan jariku, Ini membuat erangan Ani makin keras sehingga aku harus mengancamnya lagi dengan Belatiku, Kemudian kulihat dia gemetar dan kelihatannya mulai menangis, Celana dalamnya lembab dan aku jadi berpikir mungkin Ani mulai terangsang oleh jariku.
"Lo suka Ani? Hei.. suka tidak?" Ani hanya menangis. Aku terus meraba Vaginanya sampai aku tidak tahan lagi dan langsung kutarik celana dalam Ani sampai lepas.

Aku makin mencium bau tubuh Ani dan aku mulai gilaa, Aku balik lagi badannya karena aku tau aku lebih mudah ngerjain Ani lewat depan, Ani berbaring tidak nyaman, Berbaring telentang dengan tangan terikat ke belakang dan telanjang mulai pinggang kebawah, Rambut kemaluannya yang masih tipis terlihat jelas, Ia menatap mataku , Air mata membuat Pipi Ani berkilat tertimpa cahaya lampu kamarnya, Aku tidak begitu suka lihat tatap mata Ani, Aku jadi berpikir untuk bikin dia tengkurap lagi begitu penisku sudah masuk ke dalam memeknya

Aku menempatkan tubuhku, aku harus menyuruhnyaa beberapa kai untuk membuka kakinya lebih lebar seperti dokter Gigi. "Ayo lebih lebar sayang, Loh kok segitu saja , lebih lebar lagi, Bagus anak manis" Aku ingin tau dia masih perawan atau tidak, Ani tidak meronta ronta , Soalnya aku masih pegang belatiku, Tapi terus menangis tersedu sedu dan mengerang erang berusaha berkata sesuatu.
"Loh masih perawan tidak Ani? Masih? Masih apa tidak?"

Ani terus menangis aku angkat dasternya ke atas lagi, Di depan Ani agak rata, Buah dadanya hanya sekepal dengan puting susu yang mengeras, Aku pikir itu karena udara dingin tapi mungkin juga bagian dari tubuh Ani yang emang terangsang.
"Bukan gitu sayang, lo musti buka lebih lebar lagi"
Aku tekan penisku dibelahan Vaginanya yang masih mungil terasa basah Kutarik lagi penisku dan kumasukkan jariku dan merasakan jepita vagina Ani yang hangat membuat penisku ingin merasakannya juga, Aku gerakkan penisku maju mundur beberapa kali dan mengarahkan penisku lagi, tegang seperti tongkat kayu.
"Buka lagi manis, Lo benar benar cantik, Aku cuma mau perkosa kamu terus pergi"

Aku harus mendorong, Bergoyang , berputar dan akhirnya megangkat kedua kaki Ani ke atas sebelum aku berhasil mendorong kepala penisku masuk ke Vagina Ani, Aku lihat buah dada Ani dengan putingnya yang mencuat keatas, Mata yang memohon dan meratap dengan air mata dan aku dorong penisku masuk ke Vagina mungil milik gadis berumur 16 tahun itu dengan seluruh tenagaku, Ani menjerit diredam oleh plester, Membuatku makin semangat, Vaginanya sempit sekali seperti menggenggam penisku.

CERITA SEX PERAWAN MUDA

Dia ternyata tidak basah sama sekali, Aku perkosa dia dengan kasar, Seakan aku ingin membuatnya mati dengan penisku, Berusaha membuat Ani menjerit serta aku menghentak masuk, Ani semakin histeris sekarang, Keadaanku sudah 100% dikuasai birahi dan sekarang aku memusatkan perhatian untuk menyakiti Ani dan Aku tidak punya lagi rasa kasihan buat Ani, Aku terus menghentak hentak diatas tubuh Ani dengan kecepatan yang brutal dan tubuhnya yang mungil terbanting banting karena gerakanku.

Aku merasa seperti merobek Vagina Ani dengan penisku dan membuatku makin terangsang mendorongku bergerak makin brutal, Di sela sela gerakanku aku jatuhkan belatiku dan kulepaskan celanaku yang membuat tanganku bebas menggunakan tubuh Ani, Aku kesetanan merasakan tubuh Ani, Aku meremas setiap bagian tubuh Ani, Meremas buah dadanya menjepit puting susunya dan menggunakan bahunya yang kecil buat menopang tubuhku.

Aku hampir tidak ingat apa apa yang aku kerjakan sama Ani, Ani beberapa kali meronta ronta pada awalnya, Berusaha membebaskan tangannya, Berusaha berguling berusaha mengeluarkan penisku dari Vaginanya sekuat tenagaku, Seakan akan itu masalah hidup dan matiku, Sesaat sebelum aku mengalami orgasme aku menarik penisku keluar dan Ani langsung berusaha untuk berguling, Aku jambak rambutnya dan menariknya.

Aku tarik kepalanya sampai menempel ke lantai sementara dia jatuh berlutut taapi Ani sama sekali tidak bisa mengangkat wajahnya dengan tangan masih terikat ke belakang, Kepala Ani terbenam ke lantai, Ani masih menangis dan gemetar, Aku masukkanlagi penisku ke Vagina Ani tanpa kesulitan karena penisku sudah seluruhnya dilumuri darah perawan Ani, Aku masukkan dari belakang sebelum Ani sampai meronta aku pegangin pinggulnya sementara aku terus mendorong sekuat tenaga dengan pantat masih nungging keatas aku tekan punggung Ani dengan tanganku sehingga kepala dan Dada Ani makin terhimpit kelantai dan aku terus memperkosa dia dengan gaya seperti anjing dan Ani sendiri sekarang mendengking dengking seperti anak anjing yang ketakutan , Sekarang kutarik lagi rambutnya membuat kepala Ani terangkat.

Ani benar benar cantik dan tak berdaya tangannya terikat di punggung , Aku terus menyetubuhinya dengan keras dan tidak berirama, Kadang brutal berhenti sedetik dan mulai lagi dengan keras dan berganti menekan punggungnya kelantai lalu menarik rambutnya hingga ia mendongak lagi sampai aku merasakan tanda tanda ejakulasi lagi.

Aku ingin sekali melepas plesternya dan memasukkan penisku ke mulutnya yang mungil tapi untung saja aku masih sadar kalau itu bisa bikin aku ketahuan jadi aku tetap menahan penisku diliang kenikmatan Ani sedalam dalamnya dan melepaskan ejakulasi aku pegangin belahan pantat Ani dekat dengan selangkanganku waktu aku menyemburkan spermaku ke rahim Ani yang menerimanya dengan tatapan mata panik.
"Ohh Ani, Sayangku, ohh ..Ohh..."

Penisku bekerja keras memompa berdenyut menyemburkan sperma ke tubuh Ani dan aku belum pernah mengeluarkan sperma sebanyak ini selama hidupku, Ani tetap diam tidak bergerak terengah engah , Nafasku juga terputus putus dan bergidik sedikit ketika aku mengejang lagi dan menyemprotkan sisa spermaku ke rahim Ani, Aku menghentak dia beberapa kali lagi, Sekarang dengan penuh perasaan seperti sepasang kekasih, Ani safar bahwa aku sudah selesai, Dan menerima gerakanku yang terakhir ini masih tak bergerak dengan kepala terbenam kedalam karpet kamarnya yang tebal.

Aku tarik penisku keluar dan aku langsung merasa lagi, Aku langsung mengenakan pakaianku dan sevara ajaib masih ingat untuk mengambil belatiku dan memikirkan sesuatu untuk aku ucapkan pada Ani.
"Makasih sayang"Aku berbisik lirih dan langsung melarikan diri.
Dan biarpun aku sempat cemas ketika aku sudah dalam perjalanan keluar kota beberapa saat kemudian aku kembali dipenuhi hasrat baru, Aku berpikir untuk kembali dan menculik Ani serta mengajak beberapa orang temanku untuk mencicipinya.

Promo Situs Pilihan.

No comments:

Post a Comment